Musim Hujan Wisata Kunang-Kunang Jember Banjir Pengunjung Nostalgia Masa Kecil
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

Musim Hujan Wisata Kunang-Kunang Jember Banjir Pengunjung Nostalgia Masa Kecil (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Sejak sore hingga tengah malam, pengunjung memadati Wisata Kunang-Kunang yang terletak di Taman Kunang-Kunang Jalan Merpati Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang Jember.
Mereka datang tak hanya dari Jember, bahkan dari Bali, hanya ingin menyaksikan tingkah polah kunang-kunang yang saat ini jarang terlihat sambil bernostalgia masa kecil.
Berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga lansia, berjalan menyusuri taman dalam suasana gelap untuk mencari titik kumpul kunang-kunang.
Akhirnya, mereka menemukan serangga kecil bercahaya ini di beberapa tanaman dan rerumputan. Pengunjung mengabadikan momen langka ini melalui ponsel mereka, bahkan ada yang memegang kunang-kunang karena penasaran dengan kelap-kelip cahaya yang serangga itu keluarkan.
Lutfiah, salah satu pengunjung, mengaku senang dan takjub melihat koloni kunang-kunang di taman tersebut.
“Senang sekali, baru kali ini melihat langsung kunang-kunang sebanyak ini di satu tempat, seperti mimpi,” ujar Lutfiah.
Hal senada diungkapkan Sefi, pengunjung asal Bali. Ia sengaja datang jauh-jauh ke Jember untuk bernostalgia masa kecil. Sefi mengajak anaknya ke Taman Kunang-Kunang karena generasi Gen Z saat ini banyak yang tidak mengetahui serangga bercahaya itu.
“Saya sengaja ajak anak saya dari Bali ke sini, biar dia tahu kunang-kunang itu seperti apa. Di kota besar sudah tidak ada. Ini seperti kembali ke masa kecil saya,” ungkap Sefi.
Hadi Purnomo, Pengelola Taman Kunang-Kunang, mengatakan ada setidaknya ratusan kunang-kunang yang bermain lepas di tamannya yang memiliki aneka tanaman bunga dan pepohonan.
“Memang saat musim hujan populasi kunang-kunang meningkat. Kami biarkan mereka bebas di antara tanaman bunga dan pepohonan. Akhir pekan selalu ramai pengunjung dan dapat disaksikan gratis,” jelas Hadi Purnomo.
Akhir pekan menarik paling banyak pengunjung, dan pengunjung dapat menyaksikan wisata unik ini secara gratis.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
