Marak Perundungan, Peserta Latihan Karate Tradisional di Jember Alami Peningkatan
- account_circle Masitha
- calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
- print Cetak

Marak Perundungan, Peserta Latihan Karate Tradisional di Jember Alami Peningkatan (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Maraknya aksi bullying di sekolah mendorong siswa dan siswi di Jember berbondong-bondong mengikuti kegiatan bela diri. Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) mengadakan kegiatan bela diri karate tradisional di sebuah gedung Jalan Sriwijaya Jember.
Puluhan siswa, mulai dari usia dini, remaja, hingga dewasa, ikut menjadi anggota FKTI. Mereka sadar harus memiliki kemampuan untuk menjaga diri dari aksi bullying.
Bilqis, anggota FKTI usia dini, mengaku senang mengikuti bela diri karate tradisional. “Senang ikut beladiri Karate Tradisional ini karena untuk bela diri,” ungkapnya
Hal senada diakui Rehana, anggota FKTI usia dini. Ia juga mengaku gembira ikut FKTI karena “Setidaknya memiliki ilmu bela diri untuk pertahanan diri.”
Usman, salah satu wali murid, sengaja mendaftarkan anaknya ikut karate. Ia ingin anaknya memiliki pertahanan diri saat di-bully teman-temannya.
“Sengaja anaknya diikutkan bela diri karate agar memiliki pertahanan diri saat di bully teman-temannya. Olahraga ini juga sebagai olahraga prestasi yang sering dilombakan,” jelas Usman
Sementara itu, Ketua Korcab FKTI Jember, Gangsar Widodo, membenarkan maraknya bullying meningkatkan jumlah peserta karate. Saat ini terdapat 60 siswa dan siswi yang bergabung.
“Membenarkan jika maraknya bullying makin banyak peserta yang ikut kegiatan karate. Ini sebagai bentuk pertahanan diri atas aksi-aksi bullying,” tutup Gangsar Widodo.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


