Laboratorium Sosial Perkuat Pemolisian Berbasis Riset
- account_circle Rahmad
- calendar_month 15 jam yang lalu

Laboratorium Sosial Perkuat Pemolisian Berbasis Riset (Foto: Ist)
JAKARTA, jplusmedia.com – Polri mengembangkan gaya pemolisian adaptif melalui pendekatan riset dan keilmuan. Langkah ini bertujuan mengubah tindakan polisi dari reaktif menjadi reflektif terhadap kebutuhan masyarakat. Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo menekankan pentingnya asupan akademik untuk menghadapi dinamika sosial masa kini.
Pemolisian reflektif mengedepankan empati dan rasa menjadi bagian dari lingkungan. Polisi harus bertindak lebih humanis dan menyesuaikan tugas perlindungan dengan keinginan warga. Hal ini sejalan dengan kritik Goldstein (1979) terhadap polisi yang sering terjebak pada tindakan reaktif semata.
“Polisi yang reflektif memiliki rasa empati tinggi. Keberadaan mereka menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat,” tulis Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.
Selanjutnya, laboratorium sosial berfungsi sebagai ruang pengamatan perilaku dan solusi tantangan sistemik. Wadah ini mempertemukan berbagai pakar untuk menguji inovasi sosial secara nyata. Polisi berperan sebagai “ilmuwan sosial” yang memetakan akar masalah sebelum konflik pecah.
Analisis dari laboratorium ini menghasilkan data empiris untuk merancang strategi operasional yang tepat sasaran. Pimpinan Polri menggunakan rekomendasi riset tersebut guna mengambil keputusan berdasarkan karakteristik wilayah. Hal ini meningkatkan profesionalisme anggota dalam menangani konflik sosial yang kompleks.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang

