Koperasi Ketakasi Ubah Stigma, Anak Muda Sidomulyo Bangga Jadi Petani Kopi
- account_circle Masitha
- calendar_month Senin, 20 Okt 2025
- print Cetak

Koperasi Ketakasi Ubah Stigma, Anak Muda Sidomulyo Bangga Jadi Petani Kopi (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Ahmad Hudori Fadil (26) dengan penuh kebanggaan memperkenalkan dirinya sebagai petani kopi saat menerima kunjungan delegasi Kementerian Pendidikan Tinggi Timor Leste di Koperasi Kelompok Tani Kopi Asli Sidomulyo (Ketakasi), Jember.
Pemuda yang akrab disapa Dori ini menjadi bukti nyata regenerasi petani sukses dengan penghasilan mencapai 8-10 juta rupiah per bulan, jauh melampaui UMR Jember yang hanya 2,6 juta rupiah.
“Dulu seperti anak muda Sidomulyo lainnya, selepas lulus SMA saya mengadu nasir ke luar Jember. Tak pernah terpikir bakal menekuni profesi petani kopi,” ungkap Dori yang kini menjadi petani milenial percontohan Bank Indonesia.
Kesuksesannya bahkan membawanya kerap diundang menjadi pembicara di berbagai forum nasional, termasuk rencana ke Padang sebagai representasi BI.
Keberhasilan Dori dan 126 petani muda lainnya tidak lepas dari pendampingan panjang Fakultas Pertanian UNEJ melalui Koperasi Ketakasi sejak 2007. Dari komoditas sampingan, kopi kini menjadi primadona dengan nilai jual green bean robusta 65 ribu/kg dan arabika mencapai dua kali lipatnya.
Higino Alves, Direktur Nasional Pendidikan Tinggi Timor Leste, mengaku terkagum-kagum dengan model pemberdayaan ini.
“Kami belajar ke UNEJ yang sudah berpengalaman, mulai dari kurikulum, laboratorium hingga pasca panennya,” ujar Higino yang berniat menegerikan East Timor Coffee Institute di Ermera.
Kunjungan studi ini menjadi bukti pengakuan internasional atas kesuksesan model koperasi petani kopi binaan UNEJ.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

