Konferensi Internasional PHAC-4 & ICHMS-5 2025 Bahas Isu Global Kesehatan
- account_circle Masitha
- calendar_month Rab, 3 Sep 2025

Prof. Jurgen Kurt Rockstroh, dari Bonn University Jerman menyoroti pelajaran penting dari wabah Mpox global tahun 2002 (Foto: Ist)
JEMBER, jplusmedia.com – Universitas Jember resmi membuka Konferensi Internasional Public Health and Climate Change (PHAC-4) dan International Conference on Health and Medical Sciences (ICHMS-5) 2025 pada Selasa (2/9) secara daring. Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna, membuka forum akademik ini yang mempertemukan para pakar, praktisi, dan mahasiswa kesehatan dari dalam maupun luar negeri.
Konferensi menghadirkan pembicara dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Jerman, dengan fokus pada isu strategis seperti perubahan iklim, malnutrisi, serta ancaman penyakit menular global seperti Mpox (monkeypox).
Dari Malaysia, Zulkhairul Naim menekankan pentingnya inovasi sosial untuk memperkuat ketahanan komunitas pesisir.
“Inovasi sosial bukan soal mencari solusi yang mencolok, melainkan bagaimana kita menata ulang hubungan manusia dengan alam dan kearifan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Assoc. Prof. Kraiwuth Kallawicha dari Chulalongkorn University, Thailand, memaparkan dampak perubahan iklim terhadap WASH (Air, Sanitasi, dan Higiene) di wilayah rawan banjir.
“Pengelolaan air saat banjir bukan hanya penanganan darurat, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup. Jika dikelola dengan baik, banyak nyawa bisa terselamatkan,” jelasnya.
Isu malnutrisi dibahas oleh Girlie Vera Cruz-Libato dari University of San Carlos, Filipina, yang menyoroti pentingnya peran akademisi dalam merumuskan solusi gizi berkelanjutan. Dari Jerman, Prof. Jurgen Kurt Rockstroh mengingatkan pelajaran dari wabah Mpox global 2022.
“Penyakit menular dapat dengan cepat menjadi isu dunia, sehingga kolaborasi internasional menjadi sangat penting,” tegasnya.
Melalui forum ini, Universitas Jember menegaskan komitmennya sebagai pusat ilmu pengetahuan yang aktif menjawab tantangan kesehatan global dengan memperkuat jejaring kolaborasi internasional dan menghasilkan solusi inovatif bagi masyarakat dunia.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

