KAI Daop 9 Jember Berhasil Tekan Angka Kecelakaan di Perlintasan Sebidang
- account_circle Masitha
- calendar_month Senin, 2 Feb 2026
- print Cetak

Penutupan perlintasan tidak terjaga di petak jalan Rambipuji-Bangsalsari (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember terus memperkuat keselamatan perjalanan kereta api melalui berbagai langkah strategis. Data menunjukkan tren perbaikan dengan penurunan angka temperan dari 30 kejadian pada 2024 menjadi 29 kasus sepanjang 2025. Penurunan ini merupakan hasil dari konsistensi KAI dalam melakukan mitigasi risiko di lapangan.
KAI Daop 9 Jember aktif melakukan penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang untuk menekan potensi kecelakaan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah menutup 14 titik dan menyempitkan 16 titik perlintasan di wilayah Banyuwangi, Jember, Lumajang, Probolinggo, hingga Pasuruan.
Upaya ini bertujuan membatasi ruang gerak kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan di jalur KA.
“KAI Daop 9 Jember terus melakukan evaluasi dan langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan melalui penertiban perlintasan dan sosialisasi,” ujar Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro.
Memasuki tahun 2026, KAI menyiapkan program pencegahan berkelanjutan melalui penguatan koordinasi lintas sektoral. KAI akan menggandeng Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri untuk menata perlintasan sebidang yang tidak terjaga.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

