Inovasi Bioteknologi UNEJ Jawab Tantangan Infeksi Resisten Antibiotik
- account_circle Masitha
- calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
- print Cetak

Inovasi Bioteknologi UNEJ Jawab Tantangan Infeksi Resisten Antibiotik (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — Universitas Jember (UNEJ) mencetak sejarah baru melalui pencapaian akademik Dr. Riska Ayu Febrianti, S.Pd., M.Biotek. Dosen muda Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) ini menjadi salah satu lulusan perdana Program Doktor Bioteknologi UNEJ. Risetnya menawarkan solusi mutakhir untuk menangani infeksi bakteri yang kebal terhadap antibiotik.
Riska tercatat sebagai lulusan termuda dalam angkatannya. Ia fokus mengembangkan terapi alternatif guna menjawab krisis resistensi antibiotik global. Ketertarikannya pada riset bakteriofag telah tumbuh sejak menempuh jenjang sarjana di bawah bimbingan Prof. Erlia Narulita.
“Dorongan pembimbing sangat berarti bagi saya. Saya ingin menjadi ahli kompeten dan menghadirkan dampak nyata melalui inovasi sains,” ungkap Riska.
Disertasi Riska menyoroti ancaman bakteri Salmonella enterica. Data tahun 2024 menempatkan bakteri ini sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi akibat penyakit pangan. Tingkat resistensi bakteri tersebut terhadap obat konvensional kini berada pada level yang mengkhawatirkan.
Dalam risetnya, Riska mengembangkan terapi berbasis bakteriofag atau virus penghancur bakteri patogen. Ia menggunakan teknologi rekayasa genom CRISPR/Cas9 untuk memodifikasi bakteriofag lokal. Hasilnya, virus rekombinan ini mampu menghancurkan berbagai jenis serovar Salmonella penyebab infeksi klinis.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


