Indosat dan Twimbit Dorong Kedaulatan AI Sebagai Fondasi Ekonomi Digital Indonesia
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

Indosat dan Twimbit Dorong Kedaulatan AI Sebagai Fondasi Ekonomi Digital Indonesia (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Selain itu, laporan Empowering Indonesia Report 2025 menyoroti kebutuhan pengembangan 400 ribu talenta AI pada 2030. Hal ini memerlukan investasi sebesar USD968 juta untuk pendidikan dan pelatihan.
Indonesia saat ini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan mencapai USD1,08 miliar. Inovasi lokal seperti Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar, membuktikan Indonesia mulai beralih dari pengguna menjadi pembentuk teknologi AI global.
Founder dan CEO Twimbit, Manoj Menon, menambahkan Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat.
President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan peran Indosat sebagai mitra bangsa.
“Kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri. Melalui kolaborasi strategis dan inovasi berkelanjutan, kami berkomitmen menghadirkan konektivitas yang inklusif dan solusi AI yang beretika untuk memberdayakan setiap lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Vikram Sinha.
Laporan ini menutup dengan seruan tindakan lintas sektor untuk mewujudkan ekosistem AI yang berdaulat. Indonesia siap melangkah dari sekadar pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital yang berdaulat.
- Penulis: Masitha
- Editor: Fachriansyah


