Gus Fawait Tegaskan Kekuatan Negara Ditentukan Pangan Bukan Persenjataan
- account_circle Masitha
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- print Cetak

Gus Fawait Tegaskan Kekuatan Negara Ditentukan Pangan Bukan Persenjataan (Foto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Bupati Jember, Gus Muhammad Fawait, kembali menegaskan komitmennya memajukan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi daerah dalam rangkaian kegiatan ‘Gus E Menyapa’ di Kecamatan Sukowono.
Acara yang mengusung semangat “Mewujudkan Petani Produktif dan Kreatif Menuju Jember Bangkit dan Petani Makmur” ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren Maqna’ul Ulum, Senin (10/11/2025).
Gus Fawait menyampaikan pandangan para pengamat internasional bahwa kekuatan sebuah negara di masa depan tidak lagi ditentukan oleh persenjataan, melainkan oleh kedaulatan pangannya.
“Negara yang kuat bukan hanya negara yang memiliki persenjataan hebat, tetapi negara yang mampu menguasai sektor pangan,” ujar Gus Fawait.
Bupati juga menyampaikan pesan dari Presiden RI, H. Prabowo Subianto, yang menaruh perhatian besar pada sektor pangan karena ketahanan pangan adalah kunci kemandirian nasional.
“Beliau menilai, bangsa yang makmur adalah bangsa yang petaninya sejahtera. Dan Jember harus kembali menjadi lumbung pangan Jawa Timur, bahkan Indonesia,” tegasnya.
Gus Fawait menyesalkan posisi Jember yang kini turun ke peringkat keempat dalam produktivitas pangan dari yang tadinya tertinggi. Untuk itu, pemerintahannya berkomitmen memperjuangkan anggaran terbesar untuk sektor pertanian dalam empat dekade terakhir.
“Alhamdulillah, tahun 2025–2026 menjadi masa dengan anggaran pertanian terbesar dalam 40 tahun terakhir. Bahkan, harga pupuk subsidi hari ini turun ke titik terendah dalam sejarah Republik Indonesia, sebuah kabar baik bagi petani kita,” tuturnya.
Menutup pertemuan, Bupati Jember menyerukan agar seluruh petani terlibat aktif mengusulkan kebutuhan riil pertanian di daerah masing-masing, memastikan pembangunan Jember berpijak pada kebutuhan nyata di lapangan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


