Faktor Ekonomi Dominan Delapan Ribu Pasangan Suami Istri di Jember Resmi Bercerai
- account_circle Endang
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026

Faktor Ekonomi Dominan Delapan Ribu Pasangan Suami Istri di Jember Resmi Bercerai (Foto: Ist)
JEMBER, jplusmedia.com – Angka perceraian di Jember meningkat tajam akibat himpitan ekonomi yang melanda banyak rumah tangga. Data Pengadilan Agama (PA) Jember memastikan mayoritas istri mengajukan gugatan cerai karena sang suami tidak lagi memiliki pekerjaan tetap atau terkena PHK.
Kantor Pengadilan Agama Jember kini lebih ramai dengan antrean para istri yang mengurus berkas gugatan cerai. Sepanjang tahun 2025, PA Jember mencatat sebanyak 8.454 kasus perceraian, naik signifikan dari tahun 2024 yang berjumlah 7.984 kasus.
Hingga awal tahun 2026 ini, masih terdapat sisa perkara sekitar 2,99 persen yang masuk dalam proses persidangan. Selain faktor ekonomi sebagai motif utama, masalah kecemburuan terhadap pasangan menjadi penyebab kedua tertinggi dalam angka perceraian di Jember.
“Faktor ekonomi memang mendominasi alasan perceraian di Jember saat ini. Banyak istri menggugat cerai karena suaminya kehilangan pekerjaan dan sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga yang terus mendesak,” kata Anwar, Humas Kantor Pengadilan Agama Jember.
Meski hakim terus berupaya melakukan mediasi agar pasangan membatalkan niat bercerai, sebagian besar upaya tersebut menemui jalan buntu. Banyak pasangan tetap kukuh pada pendirian mereka untuk mengakhiri ikatan pernikahan meski proses mediasi sudah berlangsung berulang kali.
- Penulis: Endang
- Editor: Bambang

