Event MTQ Jatim 2025 Dongkrak Okupansi Hotel di Jember
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
- print Cetak

Event MTQ Jatim 2025 Dongkrak Okupansi Hotel di Jember (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Timur 2025 yang digelar di Kabupaten Jember membawa dampak positif terhadap sektor perhotelan. Lonjakan jumlah tamu membuat okupansi hotel di kota ini meningkat signifikan, terutama sejak hari pertama perhelatan.
Tercatat sebanyak 1.348 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur turut ambil bagian dalam ajang religi tahunan ini. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, serta panitia turut mendongkrak permintaan kamar hotel di Jember.
Salah satu hotel yang merasakan dampak langsung adalah Java Lotus Hotel Jember. Tingkat hunian mengalami lonjakan tajam selama MTQ berlangsung, dengan rata-rata okupansi menembus lebih dari 60 persen sejak 11 hingga 20 September 2025.
“Event ini memberi dorongan besar bagi okupansi kami, khususnya pelaku bisnis perhotelan di Kabupaten Jember,” ujar Jeffrey Wibisono, General Manager Java Lotus Hotel Jember, Jumat (12/9/2025).
Hotel dengan 130 kamar ini mencatat mayoritas tamu berasal dari kalangan kafilah peserta MTQ, tim pendamping, serta panitia penyelenggara. Meski begitu, Jeffrey memastikan tamu reguler dari kalangan bisnis masih tetap ada, meski jumlahnya berkurang selama periode MTQ.
Manajemen hotel disebut sudah melakukan persiapan sejak enam bulan sebelumnya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pelayanan bisa maksimal saat acara berlangsung.
Jeffrey juga menyebut strategi penyesuaian harga turut dilakukan melalui sistem tarif dinamis, menyesuaikan dengan tingkat hunian.
“Namun tetap kami jaga agar harga tidak melambung tinggi, supaya tetap terjangkau bagi para tamu,” jelasnya.
Meski tidak menyediakan layanan khusus selama MTQ, Java Lotus memperluas area musala demi mengakomodasi kebutuhan ibadah para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Dari sisi kuliner, hotel ini juga menonjolkan menu khas Jember, seperti nasi repah, nasi guduk Arjasa, ayam kampung Pandan Lungan, hingga sop buntut yang menjadi favorit pengunjung.
“Ciri khas makanan Jember kami sajikan agar tamu luar daerah merasakan keunikan lokal. Ini membuat pengalaman menginap semakin berkesan,” ungkap Jeffrey.
Meski tingkat hunian mendekati 100 persen dalam beberapa hari terakhir, pihak hotel menyebut masih tersedia sekitar 40 persen kamar yang bisa dipesan oleh masyarakat umum.
Kehadiran MTQ di Jember tidak hanya membawa manfaat bagi sektor perhotelan, namun juga berdampak positif pada sektor ekonomi dan pariwisata lokal. Kunjungan peserta dan pendamping diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, transportasi, dan UMKM.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


