Ditpolairud Polda Jatim Hadirkan Klinik dan Perpustakaan Terapung
- account_circle Rahmad
- calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
- print Cetak

Ditpolairud Polda Jatim Hadirkan Klinik dan Perpustakaan Terapung (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, jplusmedia.com – Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur kembali menghadirkan pelayanan masyarakat yang cepat, dekat, dan bersahabat melalui program Klinik dan Perpustakaan Terapung. Program ini menyasar masyarakat pesisir di jalur pelayaran Timur dan Barat Surabaya, termasuk wilayah Gresik dan Madura.
Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim, AKBP Rochmad Slamet, menjelaskan bahwa program ini mendukung peningkatan literasi dan kesehatan masyarakat nelayan.
“Kami ingin masyarakat pesisir mendapat akses pelayanan kesehatan dan literasi meski dengan keterbatasan sarana,” ujarnya, Senin (29/9/2025).
Kegiatan Klinik Terapung dijadwalkan dua kali setiap pekan, sementara Perpustakaan Terapung berjalan empat hingga lima kali dalam sepekan. Menurut AKBP Rochmad, pendekatan humanis ini menjadi jembatan untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga keamanan perairan.
Untuk mendukung kegiatan, Ditpolairud mengoperasikan kapal Brantas tipe C1 dengan tujuh anak buah kapal (ABK) yang terdiri atas komandan kapal, juru mudi, perwira mesin, dan kru lainnya.
“Kapal ini menjadi sarana utama menjangkau masyarakat di perairan,” terang Kasi Patwal Subdit Patroli, Kompol Fatmar.
Kompol Fatmar menambahkan, sasaran utama Perpustakaan Terapung adalah anak-anak sekolah. Buku pengetahuan umum dan akademik disediakan untuk memperluas wawasan mereka.
“Kami ingin anak-anak pesisir memiliki akses literasi yang sama dengan wilayah lain,” tegasnya.
Selain itu, Klinik Terapung hadir untuk memberikan layanan kesehatan dasar bagi nelayan dan keluarganya. Dengan pelayanan langsung di tengah aktivitas masyarakat, Polairud berharap kualitas hidup warga pesisir meningkat, baik dari sisi kesehatan maupun pendidikan.
Program ini menjadi bukti nyata kepedulian Ditpolairud Polda Jatim terhadap keterbatasan akses di wilayah pesisir.
“Ke depan, kami berkomitmen melanjutkan program ini secara berkesinambungan,” pungkas AKBP Rochmad.
Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, Klinik dan Perpustakaan Terapung diharapkan terus menjadi inovasi yang membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat pesisir Jawa Timur.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


